Tanggung Jawab Seorang Ibu Terhadap Anak-Anaknya

Seorang ibu bertanggung jawab membesarkan anak-anaknya dalam suasana Islam dan ia bertanggung jawab terhadap amanah ini di Akhirat nanti. Yang harus dilaksanakan terhadap anak-anak ialah yang berhubungan dengan hal-hal berikut:
A.Didikan

  1. Senantiasa menanamkan rasa bertuhan dalam diri anak-anak. Rasa-rasa seperti Allah itu Maha Melihat, Allah itu Maha Adil, Allah itu Maha Pemurah dan lain-lain sifat kesempurnaan Tuhan hendaklah ditanamkan dalam segala hal Inilah yang dikatakan menanamkan iman dalam din anak-anak
  2. Senantiasa menanamkan rasa kehambaan dalam diri anak-anak. Rasa ini ialah rasa berdosa, rasa diri lemah, hina, senantiasa bergantung kepada Tuhan dalam segala hal, senantiasa rasa tidak selamat tanpa rahmat dan pengampunan Tuhan.
  3. Melatih anak-anak berakhlak mulia, bukan saja karena kebiasaan, tetapi karena takut dan malu kepada Tuhan.
  4. Kuatkan dan suburkan tubuh anak-anak dengan makanan yang halal dan dengan memberi riadhah, tetapi hindarkan mereka dan bermain benda-benda berbahaya.
  5. Memperhatikan kecenderungan anak-anak (suburkan kecenderungan yang baik dan kawal kecenderungan yang buruk), memberi petunjuk mengenal ilmu-ilmu adab dan menambahkan minat mereka pada pelajaran.
  6. Ajarlah mereka cara berhadapan dengan semua lapisan masyarakat dan memuliakan setiap orang yang digaulinya.
  7. Ajar mereka supaya menghormati ayahnva dan orang yang lebih tua.
  8. Didik mereka supaya menghormati gurunya.
  9. Tanamkan rasa cinta terhadap pnbadi Rasulullah SAW dan ahlul baitnya serta para Sahabat baginda dan pejuang-pejuang kebenaran agar ia berjiwa besar.
  10. Ajar mereka akan Al Ouran dan tanamkan rasa cinta kepadanya.
  11. Biasakan mereka melalui cara hidup Islam tanpa menyerupai cara jahiliah dan kafir.
  12. Tanamkan cita-cita untuk hidup dan mati dalam berbakti kepada Allah sebagai pejuang dan menjadi anggota masyarakat yang baik.
  13. Hendaklah diajar anak-anak tentang akhlak dan budi pekerti yang mulia. Biasakan anak-anak dengan perangai yang terpuji. Apabila mereka menampakkan akhlak yang baik dan perbuatan yang terpuji hendaklah ia dimuliakan dan diberi ganjaran yang sesuai.
    Apabila anak mulai berakal, latihlah ia supaya ia kuat berperasaan malu yaitu malu melakukan perbuatan yang keji tetapi tidak malu melakukan kebaikan.
  14. Anak hendaklah diajar dan dibiasakan dengan sifat qana’ah dan berhemat cermat. Ajari dia bahwa mengambil harta orang lain atau meminta-minta itu tercela, hina dan rendah derajat karena sifat itu merupakan kebiasaan seekor anjing yang mengibaskan ekomya menunggu pemberian orang.
  15. Laranglah anak dari bersumpah baik itu benar atau salah kecuali dalam keadaan darurat.
    Ibu dan bapak hendaklah selalu mendoakan anak dengan doa yang baik-baik dan janganlah memaki atau menyumpah mereka. Sabda Rasulullah SAW: “Doa ibu lebih cepat makbul.” Orang bertanya, “Kenapa ya Rasulullah?” Jawab baginda: “ibu lebih penyayang dari bapak dan doa dari orang yang penyayang tidak akan tersia-sia.”Seorang pemuda datang kepada Abdullah bin Al Mubarak r.a. yang mengeluhkan anaknya. Beliau bertanya, ‘Pernahkah anda mendoakan dia celaka?” Jawab orang itu, “Ada.” Ujar beliau, “Andalah yang merusakkan dia.”
  16. Laranglah anak-anak bermain di hadapan ibu bapak, guru atau orang yang lebih tua. Sebaliknya didiklah anak-anak supaya menghormati mereka itu dan memandang mereka dengan penuh takzim.
  17. Selalu mengingatkan anak supaya berbakti kepada ibu bapak. Sabda Rasulullah SAW:
    “Dirahmati Allah bapak yang membimbing anaknya untuk berbakti kepadanya.”
    Firman Allah SWT yang bermaksud:
    “Dan telah berwasiat Kami lerhadap manusia agar mereka berbuat baik kepada kedua ibu bapak.”
  18. Anak-anak hendaklah diawasi baik-baik dan dilarang dan berteman dengan kawan-kawan yang buruk akhlak. Hindarkan juga mereka dari berteman dengan kanak-kanak yang dibiasakan bersenang senang dan bermewah-mewah seperti memakai pakaian yang mewah, tidak menutup aurat, berwarna warni dan berbagai macam mode.
  19. Anak anak harus diajar duduk mengikuti Sunnah
  20. Latihlah anak anak supaya berdiri bila didatangi oleh orang yang lebih tua atau bercakap dengan mereka. Dalam majelis bila orang yang lebih tua berdiri, hendaklah berdiri juga.
  21. Jangan biasakan anak anak melakukan pekerjaan secara rahasia karena ini melatih dia berbuat kemungkaran
  22. Latihlah mereka mendirikan shalat bila umurnya tujuh tahun. Jika pada umur 10 tahun ia masih malas sholat, ia boleh dipukul.
  23. Didiklah anak supaya takutkan Allah. Firman Allah Swt yang artinya:
    “Ambillah olehmu bekal di dunia untuk akhirat dan sebaik baik bekal ialah anak yang takut kepada Allah Swt.”Didikan anak anak terhimpun dalam hadits Rasulullah:”Didiklah anak anak dengan tiga perkara:Cintakan Nabi Muhammad SAW
    Cintakan keluarga dan sahabat Baginda
    Selalu membaca Alquran”Seorang ulama berkata:”Didiklah anak anak agar mereka kasih dan takut kepada ibu bapak. Jangan kasih saja, kelak dia akan melawan. Dan jangan takut saja, kelak dia akan benci”.

B. Menasihati dan Menghukum Anak-anak

  1. Jika sekali-sekali anak-anak membuat kesalahan ia patut dimaafkan sekiranya kesalahan itu tidak berbahaya atau tidak disembunyikan dari pengetahuan orang ramai untuk menutup aibnya.
  2. Anak-anak yang melakukan kesalahan jangan dtcaci supaya mereka tidak biasa mendengar cacian. Cacian yang berulang ulang membuatkan mereka berani membuat kesalahan itu lagi
  3. Seorang ayah jangan selalu memarahi dan memberi malu pada anak anak sebaliknya memberi petunjuk yang baik berkali-kali sehingga dia terbiasa dengan kebaikan itu.
  4. Seorang ibu harus menasihati anak-anaknya supaya segan dengan bapaknya dan meninggalkan segala kelakuan yang buruk.
  5. Kesalahan anak hendaklah dinasihatkan secara umum di hadapan anak-anak yang lain tanpa menyebutkan nama pribadi dan jika tidak berkesan hendaklah dinasihati dengan cara empat mata yaitu antara bapak dengan anak. Jika cara ini masih tidak berkesan, kanak-kanak itu hendaklah dirotan sekiranya umurnya telah mencapai sepuluh tahun.
  6. Jika anak-anak dipukul dengan rotan, pukul tanpa mencederakan dan jangan beri peluang orang lain membantunya. Sebaliknya, biarkan dia menahannya sebagai seorang yang berani.
  7. Utamakan menasihati, mengajar dan mendidik anak agar beradab daripada memukul.
  8. Hukuman biarlah sesuai dengan umur dan kesalahan anak anak serta dengan niat mendidik, bukan karena marah. Kalau perlu dirotan hendaklah dirotan pada tempat yang tidak berbahaya seperti di kaki, jangan di muka yang dapat menyebabkan kecacatan. Sabda Rasulullah SAW:

“Sesuatu pemberian yang lebih utama dari seorang bapak kepada anaknya ialah mengajarnya adab. Mengajar anak adab itu lebih utama daripada rnenakut nakutkan dia dengan pukulan karena meninggalkan kebaikan atau melanggar perintah Allah.”

C. Makan Minum

  1. Ajarlah anak-anak kita makan dan minum mengikut Sunnah Rasulullah SAW. Di antaranya
  2. Mengambil makanan dan menyuap dengan cara yang betul yakni menggunakan tangan kanan saja. Jangan biarkan dia menggunakan tangan kiri
  3. Setelah membasuh tangan lalu membaca doa ketika memulai makan. Sekurang-kurangnya membaca ‘Bismillah’. Sebaik. baiknya bacalah doa iniArtinya: “Ya Allah, berikanlah berkat bagi makanan yang telah Engkau rezekikan dan hindarkanlah kami dari api Neraka.’
  4. Jangan memulai makan sebelum orang lain memulainya.
  5. Jangan memandang makanan dengan pandangan yang liar atau tajam.
  6. Jangan melihat muka orang yang sedang makan.
  7. Makanan hendaklah dikunyah hancur-hancur sebelum ditelan supaya mudah dicerma.
  8. Jangan sampai mengotorkan pakaian dengan makanan itu. Sekali-sekali biasakan makan tanpa lauk-pauk supaya ia tidak menganggap lauk-pauk itu suatu keharusan.
  9. Sewaktu minum janganlah menghembuskan nafas ke dalam cawan.
  10. Jika minuman itu panas, jangan. dibiarkannya meniup. sebaliknya didiklah mereka bersabar dan tunggu sampai dingin.
  11. Gelas dipegang dengan tangan kanan, jika menggunakan tangan kiri, hendaklah dialas dengan tangan sebelah kanan.
  12. Ingatkan anak-anak supaya jangan banyak makan karena ia suatu sifat tercela seperti sifat binatang. Anak-anak yang banyak makan hendaklah ditegur di hadapan anak-anak lain. Sebaliknya anak anak yang makan sedikit serta menjaga adab-adabnya diberi pujian yang sewajarnya. Orang yang kurang makan mudah menerima ilmu.
  13. Didiklah dia selalu supaya berpuas hati dengan makanan yang ada dan tidak cerewet.
  14. Beri anak-anak makanan yang halal, tanpa syubhat karena kesucian makanan mempengaruhi roh dan jasad manusia. Sabda Nabi SAW yang bermaksud:

‘Setiap daging yang tumbuh dari makanan yang haram, api Neraka adalah lebih utama baginya.”

D. Pakaian dan Perhiasan

  1. Jangan membiasakan anak-anak dengan perhiasan dan cara-cara hidup bersenang-senang dan bermewah-mewah, nanti apabila dewasa ia akan menghabiskan waktunya untuk mengejar kemewahan.
    Sabda Rasulullah SAW: “Barang siapa yang meningggalkan pakaian mewah karena tawaduk karena Allah sementara ia dapat membelinya, Allah akan memanggilnya pada hari kiamat di hadapan sekalian manusia untuk disuruh memilih sendin pakaian iman yang ingin dipakainya.”
  2. Anak laki-laki hendaklah dilarang (berulangkali) memakai pakaian sutera atau pakaian yang berwarna-warni karena kedua-duanya adalah pakaian perempuan, Orang laki-laki seharusnya malu memakai pakaian tersebut. Apabila melihat orang laki-laki memakai pakaian begitu hendaklah dicela.
  3. Anak-anak hendaklah dibiasakan dengan pakaian lengkap menutup aurat serta menanamkan perasaan malu kepada mereka jika keluar rumah tanpa menutup aurat.
  4. Anak-anak juga perlu dilatih dan dibiasakan dengan pakaian yang melambangkan syiar Islam, terutama pakaian orang-orang soleh.
  5. Ajarkan anak-anak adabnya yaitu memakai dengan memulakan bagian kanan dan membuka pakaian dimulakan dengan bagian kin.
  6. Ajarkanlah juga membaca doa ketika berpakaian yaitu

Artinya : “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan pakaian ini dan kebaikan sesuatu yang dibuat untuknya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan pakaian ini dan kejahatan sesuatu dibuat untuknya.”
Sementara doa membuka pakaian pula ialah:
Maksudnya: “Dengan nama Allah yarg tiada Tuhan selain Dia”.

E. Tempat Tidur

  1. Jangan biasakan anak-anak tidur di kasur yang empuk (terutamanya anak laki-laki). Sekali-sekali ajar anak-anak supaya bersabar dengan tempat tidur yang keras dan kasar supaya semua anggota tubuhnya menjadi keras dan kuat serta tubuhnya tidak gemuk.
  2. Pisahkan tempat tidur anak-anak dari tempat tidur ibu bapaknya apabila anak-anak itu sudah mengerti pergaulan suami isteri sebaik-baiknya apabila anak-anak itu sudah mumaiyiz yaitu berumur enam tahun selewat-lewatnya setelah berumur sembilan tahun. Pisahkan juga tempat tidur anak laki-laki dan tempat tidur anak perempuan.
  3. Dari Umar bin Syuaib, dari ayahnya, dari neneknya r.a, dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Pisahkanlah anak laki-laki dari anak-anak perempuan di tempat tidur rnereka.”
  4. Antara adab-adab tidur yang perlu diajar dan diperhatikan ialah: Gosok gigi dan berwuduk sebelum masuk tidur dan membaca doa yang Artinya: “Dengan nama-Mu aku mati dan aku hidup.” Tidur menghadap ke kiblat sama ada miring ke kanan. dengan dada menghadap kiblat atau kepala ke arah kiblat. Jangan biasakan anak-anak tidur dalam satu selimut bersama-sama. Ceritakan kisah-kisah Nabi, para Sahabat dan orang soleh dengan niat mendidik untuk menanamkan sifat takwa, berani dan berakhlak. Latih anak-anak bangun sebelum subuh (tergantung pada umurnya). Ajarkan doa bangun tidur

yang artinya: “Segala puji bagiAllah yang telah menghidupkan kami sesudah mematikan (tidur) dan kepada-Nya kami akan kembali.”
Setelah itu cucilah tangan supaya bersih dari najis-najis yang mungkin terpegang atau tersentuh sewaktu tidur

F. Memiliki Harta

  1. Hendaklah dididik anak-anak supaya jangan terlalu mencintai emas, perak dan uang ringgit hingga menunjukkan sikap tamak terhadap barang-barang itu.
  2. Jangan dididik berbangga di depan kawan-kawan dengan sesuatu yang dimilikinya seperti pakaian, alat permainan dan alat tulis.
  3. Biasakan ia dengan sifat merendah diri (tawaduk).
  4. Bagi anak yang kaya, dia hendaklah dididik bahwa kemuliaan itu terletak pada sifat suka memberi atau bersedekah dan bukannya mengambil hak orang lain. Mengambil hak orang lain itu adalah celaan dan kehinaan.
  5. Jangan mengikut kemauan anak-anak dalam bersenang-senang’ bermewah-mewah.

G. Kesehatan dan Gerak Badan (Riadah)

  1. Pada waktu siang ajak anak-anak berjalan, bergerak dan bersenam supaya mereka tidak biasa menjadi malas.
  2. Setelah anak-anak selesai belajar atau mengaji, ajak mereka bermain untuk melepaskan lelah tetapi jangan biasakan mereka terburu-buru ketika keluar bermain.
  3. Anak-anak jangan dipaksa belajar dan dilarang bermain, karena itu akan mematikan hatinya, menumpulkan otaknya dan mendatangkan rasa bosan dalam hidupnya.
  4. Peliharalah anak-anak dari segala macam penyakit. Sabda Rasulullah SAW: “Bau tubuh anak-anak adalah sebagian angin Surga.”
  5. Laranglah anak-anak biasa tidur waktu siang karena ia menghidupkan sifat malas (kecuali tidur Khailullah sebelum waktu Zuhur untuk memudahkan melakukan ibadah qiamullail sebelum
    Subuh), tetapi jangan ditahan ia tidur pada malam hari.
  6. Biasakan anak-anak memakai sepatu ketika berjalan.
  7. Pastikan tangan dan kuku anak-anak selalu bersih setiap saat
  8. Ajar anak-anak gosok gigi.
  9. Latih anak-anak merapikan rumah sambil bermain. Sedia tempat sampah dalam rumah. Ajak ia bersama-sama menyusun dan merapikan barang-barang yang ia berantakkan.
    Bentuk riadah yang dibenarkan ialah jenis berlumba, yang dilarang. ialah jenis berebut.

H. Hiburan

  1. Ibu bapak hendaklah menggembirakan dan menghibur anak-anak dengan cara-cara yang dibenarkan oleh syariat .
    Sabda Rasulullah SAW: “Surga itu ialah sebuah kampung kesenangan, tidak akan masuk ke dalamnya selain orang yang menggembirakan anak-anak.” ‘
  2. Sabda Rasulullah SAW lagi “Barang siapa menggembirakan anak perempuannya, derajatnya seperti orang yang selalu menangis karena takutkan Allah, orang yang menangis karena takutkan Allah diharamkan oleh Allah akan api Neraka ke atas tubuhnya.”
  3. Ibu bapak hendaklah selalu mencium anak-anak untuk menggembirakan mereka. Rasulullah SAW bersabda:
    “Ciumlah anakmu karena pahala setiap ciuman itu dibalas dengan satu derajat di Surga. Nisbah di antara dua derajat ialah 500 tahun.”
  4. Aqrak bin Rabis suatu kali melihat Nabi SAW mencium cucu baginda Hasan. Aqrak berkata: “Anakku sepuluh orang banyaknya, namun tidak ada seorang pun yang pemah kucium.” Sabda Nabi SAW: “Orang yang tidak penyayang tidak pula akan disayang.”
  5. Berilah anak-anak buah tangan atau hadiah.
    Dari Anas, Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa keluar ke pekan mukmin dan membeli barang-barang dan kembali ke rumah dengan membawa hadiah untuk anak-anaknya niscaya mendapat rahmat dari Allah dan tidak disiksa di Akhirat kelak. Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak laki laki dalam membeli hadiah.
    Dari Anas, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa pergi ke pasar dan membeli suatu barang untuk ahli keluarganya dan ia memikulnya ke rumah, pahalanya seperti ia memikul sedekah untuk orang yang sangat berhajat. Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak laki-laki. Maka barang siapa menyukakan anak perempuan seolah-olah ia memerdekakan anak Nabi Ismail. “
  6. Samakan perbelanjaan anak-anak.
    Sabda Rasulullah SAW yang telah diriwayatkan oleh Thabrani dan Ibnu Abbas : “Samakanlah uang belanja anak-anakmu.”
    Dilarang menghiburkan anak-anak dengan hal-hal yang dapat merusakkan akhlaknya seperti lagu-lagu dan bahan-bahan bacaan khayalan atau cerita asyik-mahsyuk. Begitu juga program TV, pesta-pesta, film dan yang sejenisnya.
    Anak-anak juga harus dilarang dari memuja dan menyebut orang yang diketahui banyak melakukan perkara fasik seperti penyanyi-penyanyi.

I. Ibadah

  1. Apabila anak sudah bersifat mumaiyiz seperti adanya sifat malu, hendaklah diperketatkan lagi pengawasan terhadapnya dan dididik melaksanakan hukum syariat.
  2. Anak yang sudah mumaiyiz juga wajib dididik soal-soal taharah (bersuci) dengan betul serta dilatih beribadah terutamanya sholat dan puasa.
  3. Apabila berumur tujuh tahun hendaklah disuruh sholat dan jika masih lagi meninggalkan sholat sedangkan dia sudah berumur sepuluh tahun pukullah dia sebagai didikan, tetapi jangan sampai mencederakannya.
  4. Dari Umar bin Syuaib dari ayahnya dari neneknya berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Suruhlah anak-anakmu sholat ketika umumya tujuh tahun dan pukullah dia karena meninggalkan sholat jika dia telah berumur sepuluh tahun. Dan pisahkan anak laki-laki dan anak-anak perempuan dalam tempat tidur mereka.”

J. Pendidikan Tambahan Selain di Sekolah

  1. Anak-anak hendaklah dididik dan dilatih menulis dan membaca serta juga memahami Al Quran dan Hadis Rasulullah SAW. Selalu menceritakan sejarah Rasulullah SAW, para rasul lain,
    para Sahabat dan orang-orang soleh zaman dahulu dan sekarang supaya tertanam pada dirinya kecintaan kepada mereka.
  2. Dilarang membaca atau mendengar cerita-cerita atau lagu-lagu yang menggambarkan kisah cinta asyik maksyuk, kisah-kisah khayalan, komik dan kartun dari bahan-bahan bacaan yang tidak berlandaskan syariat karena semuanya itu akan menumbuhkan benih-benih kerosakan di dalam dirinya.
  3. Apabila anak-anak telah baligh, ajarlah dia ilmu-ilmu agama dan hukum-hukurn syariat, hikmah dan cerita-cerita tentang mati, Syurga, Neraka, padang Mahsyar, Mizan dan lain-lain.
    Sabda Rasulullah SAW: “Muliakan anak-anak dengan mengajar mereka adab dan ilmu agama. Barang siapa memuliakan anak anaknya, Allah akan memuliakannya di dalam Surga.”
  4. Sabda Rasulullah SAW lagi: “Barang siapa direzekikan dengan anak, wajiblah baginya mengajar anak itu adab dan akhlak semoga ia mendapal kemewahan rezeki dari syafaat (pertolongan) anak-anaknya.”
  5. Barang siapa meninggalkan anak-anaknya dalam keadaan jahil dia turut menanggung tiap-tiap dosa yang dilakukan oleh anaknya itu, dan barang siapa membekalkan anaknya itu dengan ilmu dan adab, pahala anak itu turut diperolehinya.
    Wajib bagi ibu bapak mencegah anak-anak dan melakukan dosa atau hal-hal yang haram seperti berzina, liwat, mencuri, minum arak, mengumpat, mengadu domba, berdusta, menyanyi lagu mengkhayalkan atau dengan iringan musik, dan menampakkan aurat.

K. Berdikari

Apabila anak telah dewasa terutama anak laki-laki, hendaklah diajar kaedah mencari sumber pendapatan dan penghidupan sendiri yang halal dan menepati syariat.
Apabila anak-anak telah berumur 16 tahun (terutama yang perempuan) hendaklah dicarikan jodoh dan dikawinkan ia.
Sabda Rasulullah SAW:
“Setelah anak perempuan kamu berumur 16 tahun maka kawinkanlah ia dan ketika itu ayah memegang tangannya sambil berkata: “Anakku, kau telah kudidik, kuajar dan kukawinkan. Semoga aku dilindungi Allah dan bencana karena dirimu di dunia dan di Akhirat.”
Thabrani menwayatkan dari Ibnu Umar r.a. Seorang laki-laki bertanya, “Ya Rasulullah, kepada siapakah saya harus berbakti?” Jawab baginda: “Berbaktilah kepada ibu bapakmu.” Kata laki-laki itu lagi, “Ibu bapaku sudah tidak ada lagi.” Sabda Nabi SAW: “Kalau begitu berbaktilah kepada anakmu. Ibu bapak berhak terhadap dinmu dan anakmu pula berhak atas dirimu.”

L. Adab Dengan Ibu bapak

  1. Taat kepada dua ibu bapak dalam semua hal kecuali yang durhaka (maksiat) kepada Allah dan Rasul, itupun hendaklah dengan cara yang lembut.
  2. Salam dan cium tangan keduanya pada waktu pagi dan sebelum masuk tidur dan waktu-waktu lain yang munasabah.
  3. Doakan keampunan bagi mereka seperti doa ini:
    Maksudnya: “Ya Allah, ampunilah dosa Kedua ibu bapaku dan kasihanilah mereka sepertimana mereka mengasihaniku sejak kecil dahulu.”
  4. Tidak masuk ke dalam kamar kedua ibu bapak sebelum mendapat keizinan daripada mereka.
  5. Meminta izin dari keduanya apabila hendak keluar rumah.
  6. Tidak menjulurkan atau melunjurkan kaki ketika duduk di hadapan keduanya.
  7. Tidak tidur atau berbaring, sementara ibu bapak sedang duduk melainkan mendapat ijin.
  8. Tidak memotong percakapan mereka.
  9. Tidak duduk di tempat yang lebih tinggi atau lebih mulia, sedangkan kedua mereka duduk di bawah atau tempat yang lebih rendah.
  10. Tidak lalu atau melintas di hadapan mereka kecuali setelah diizinkan.
  11. Menjawab panggilan mereka dengan segera walaupun sedang melakukan amalan sunat.
  12. Segera melakukan suruhan dan patuh meninggalkan larangan.
  13. Jangan mengejutkan mereka dengan tujuan mengusik atau bergurau.
  14. Tidak berjalan mendahului mereka di siang hari, tetapi boleh di waktu malam.
  15. Tidak menjamah hidangan makanan sebelum mereka mendahuluinya dan tidak mernanjangkan tangan untuk mengambil makanan di hadapan mereka.
  16. Berbincang segala masalah tanpa menepikan ibu bapak dalam urusan hidup.
    Bercakap dengan lemah-lembut, beradab dan merendahkan suara di hadapan mereka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s